Saat itu larut malam dan semua orang beranjak meninggalkan musholah tersebut
kecuali seorang pria yang duduk dalam bayang-bayang dedaunan pohon
yang berdiri kokoh di samping sebuah lampu listrik. Di siang hari,
jalanan di depan musholah sarat akan debu kotor, namun di malam hari embun
yang terbentuk di udara serta-merta menyingkirkan serpihan debu dari
permukaan jalan. Itulah sebabnya si pria senang duduk di musholah saat
semua orang justru ingin pulang ke rumah, karena ia menderita sakit dirongga dadanya dan di malam
hari suasana di jalan tersebut berubah sunyi, seolah membawanya ke alam
lain.

No comments:
Post a Comment