Hari itu aku menunggu kedatangan sesuatu yang mahal yang
tidak bisa dibeli dengan uang atau ditukarkan dengan segunung emas. Dia telah
berjanji padaku akan datang pukul 2:48 sore dan memberikan kado terindah
untukku, Dia membisikkan padaku “ Jika
kamu lewat dengan waktu yang telah ku tetapkan,kamu tidak akan menemuiku
lagi dan tak akan pernah terulang lagi
padamu, karena kesempatan ini hanya ada sekali seumur hidupmu” Aku pun
tidak berpikir panjang lagi, aku basuh mukaku, kedua tanganku,rambutku, kedua telingaku,
dan kedua kakiku, setelah itu aku angkat kedua telapak tanganku sambil menatap
langit yang biru, aku lembutkan suaraku padaNya.
Tiba-tiba aku mendengar sayutan
suara di kejauhan sana, yang memanggilku, tubuh ini merinding mendengar
suaranya, bulu romaku berdiri, dan jantung ini berdetak kencang, akupun
bertanya siapakah gerangan dia, yang tak tahu warna kulitnya, berkakikah dia,
bertangankah dia,dan berkepalakah dia, sungguh aku tak bisa mendapatkan wujudnya, hanya yang ku
dapat suaranya. Aku melangkah menuju pintu ruangan dihadapanku, aku melihat
didinding samping ruang itu ada jam yang menunjukkan pukul 2:48 sore. Jantungku
berdetak kencang dan bertanya, mungkin Dia telah datang menemuiku. Subhanallah!
Aku pun tersungkur sujud padaNya, Dia telah datang dihadapanku seperti janjiNya,
bathinku bergejolak antara menangis dan bahagia, inilah Dia “Sang Waktu” harganya
mahal sekali!!! Sehingga pikiranku bercahaya bak matahari menyinari bumi ini.

No comments:
Post a Comment